BREBES - wartaexpress.com - Para warga tani Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikenalkan biosaka yang merupakan cairan organik pengganti pupuk kimia, dalam kegiatan penyuluhan pertanian di non fisik TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0713 Brebes, Jumat (14/10/2022).
Dalam materinya, Farid Habibi SP selaku Penyuluh Pertanian dari Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menjelaskan, bahwa biosaka
sendiri kepanjangan dari organisme hidup untuk selamatkan alam dengan kembali
ke alam.
“Nutrisi biosaka yang sangat mudah dibuat ini bertujuan untuk mengganti ketergantungan para petani dari pupuk kimia bersubsidi. Ini adalah salah satu solusi disaat harga pupuk kimia semakin mahal dan langka,” ujarnya.
Lanjutnya dikatakan, bahwa penerapan inovasi pertanian yang ramah
lingkungan itu tahan terhadap perubahan iklim dan sudah terbukti mampu menekan
ongkos produksi sekitar Rp. 3 juta. Pasalnya, biosaka dibuat sendiri dari bahan
alam dan tidak diperjualbelikan.
Biosaka sendiri terbuat dari berbagai macam tanaman berdaun yang ada di
sekitaran sawah. Untuk rumput harus memakai rumput yang sehat yang tidak
tercampur bahan kimia dan harus diketahui masa pertumbuhan di fase vegetatif
atau generatif.
Daun ketela dan daun pisang yang kondisinya masih sempurna termasuk
dalam kategori ini. Langkah selanjutnya adalah meremas daun di dalam air sampai
berubah warna menjadi ungu, lalu langsung disemprotkan ke tanaman mulai dari
nol hari sampai 6 kali semprot.
“Rumputnya minimal 5 jenis, tapi harus sempurna. Artinya rumput harus yang fresh/terbaik, tidak boleh menggunakan rumput yang bolong-bolong atau yang sudah layu/kuning,” bebernya.
Untuk 1 hektar lahan jagung atau padi, membutuhkan biosaka 1,5 liter.
Sedangkan untuk tanaman hortikultura takarannya berbeda, sebagai contoh untuk
tanaman melon per seribu batang membutuhkan 1 liter biosaka.
“Dengan pengenalan pupuk biosaka di lokasi TMMD ini, maka inovasi ini
diharapkan diadopsi oleh para petani di desa-desa tetangga di wilayah Kecamatan
Bantarkawung, sehingga perekonomian masyarakat tani menjadi lebih maju,
mandiri, sejahtera,” tandasnya.
Untuk diketahui, salah satu pengalaman penggunaan nutrisi biosaka yaitu para petani dari Poktan Among Kismo I, Desa Sragi, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, semenjak menggunakan pupuk biosaka selama 1 tahun, hasil panen mereka meningkat dimana sebelumnya hanya 7 ton per hektar menjadi 8-9 ton per hektar. (Aan)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar