NIAS SELATAN - wartaexpress.com - Direktorat Jenderal Paud Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia kunjungi langsung sekolah penggerak di Kabupaten Nias Selatan, yaitu SD Negeri No.077311, Tuho Owo, Kec. Hilimegai, Selasa (11/04/2023).
Kunjungan Direktorat
Sekolah Dasar Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia tersebut disambut
dengan tarian anak-anak. Kemeriahan ceremony penyambutan para tamu meskipun
cuaca yang tidak mendukung namun semangat anak-anak (peserta didik) SD Negeri
077311, Tuho Owo, terlihat sangat gembira dan penuh suka cita. Tim Direktorat
Sekolah Dasar Kemendikbudristek RI disambut dengan beberapa tarian oleh anak-anak
sekolah, tarian daerah Nias dan Tarian Merdeka Belajar.
Kepala Sekolah, Yuliana Giawa, S.Pd, menjelaskan, bahwa hal ini tanpa disangka-sangka. “Sungguh kami pihak sekolah tidak menduga jika sekolah kita ini terpilih sebagai salah satu sampel Sekolah Penggerak yang mewakili se-Kepulauan Nias, bahkan se-Suamtera Utara. Memang untuk mendapatkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan tapi ini penuh perjuangan yang sangat melelahkan,” tandasnya.
Di tempat yang sama,
ketika awak media ini mengkonfirmasi langsung kepada pimpinan tim rombongan Kemendikbudristek,
Anton, menjelaskan, bahwa tujuan dari pada kunjungan ini adalah untuk membuat
video dokumenter terkait praktik baik Sekolah Penggerak dan di seluruh
Indonesia hanya ada beberapa sekolah saja artinya tidak semua. “Seperti di
Sumatera Utara hanya Kabupaten Nias Selatan tepatnya SD Negeri No. 077311 Tuho
Owo, Kecamatan Hilimegai, yang lolos di berbagai babak selektif,” ujarnya.
“Untuk itu harapan kita agar ke depan sekolah kita ini benar-benar dijaga terus menerus supaya semakin maju dunia pendidikan berhubung visi dan misi Sekolah Penggerak itu sendiri adalah Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan,” jelasnya.
Berdasarkan penelusuran
awak media wartaexpress.com bahwa SD Negeri No. 077311 Tuho Owo termasuk
sekolah yang terisolir, karena melihat akses jalan menuju lokasi sekolah yang
cukup ekstrim dan berlokasi di lereng pegunungan.
Parahnya lagi jika musim hujan kedua akses jalan menuju lokasi sekolah susah dilewatin kendaraan roda dua ditambah aliran listrik di lokasi desa tersebut sangat tidak layak (redup) karena tegangan tidak stabil. Harapan masyarakat sekaligus orang tua dari siswa agar Pemerintah Daerah maupun pusat dapat memperhatikan kekuranga kekurangan ini. (Lukas)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar