SERANG - wartaexpress.com - Polda Banten hari ini, Senin (08/08) merayakan Hari Raya Anak Yatim (Idul Yatama) bersama sekitar 600 anak yatim. Namanya saja anak-anak, saat merayakan Lebaran Anak Yatim pun, tingkah polahnya tetap saja anak-anak. Dari anak yang tertidur pulas, anak yang tak bisa diam, hingga anak yatim yang menunjukkan kebolehan membacakan Pancasila.
Hari Raya Anak Yatim
atau Lebaran Anak Yatim sendiri jatuh pada 10 Muharam 1444 H. Untuk peringatan
ini Kapolda Banten sengaja mengundang anak-anak yatim yang tinggal di sekitar
Polda Banten dan hadirlah sekitar 600 anak yatim.
Hadir langsung Kapolda Banten, Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto, Wakapolda Banten, Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari serta pejabat utama Polda Banten dan tokoh agama.
Mereka semua tumpah
ruah merayakan Lebaran Anak Yatim di Masjid Baiturahman Polda Banten. Acara
diawali penampilan Grup Marawis Ponpes Al Iman Kaung Cang. Selanjutnya diisi
dengan kultum oleh KH. Muctar Fatawi.
Saat kultum, meski
berlangsung sekitar 15 menit, tingkah laku anak-anak bermacam-macam. Salah
satunya terdapat anak yang tengah duduk dengan kantuk berat. Tak tega melihat
anak duduk terkantuk-kantuk, Kapolda Banten dengan cepat menghampiri anak yang
usianya sekitar 5 tahun.
Tanpa ragu, Rudy
menggendong anak yatim dan membawanya ke depan, ke tempat ia semula duduk
bersama para Pju Polda Banten. Selama kultum yang berlangsung 15 menit, selama
itu pula bocah yatim tersebut berada di pangkuan Kapolda. Bocah yatim tersebut
terlihat tertidur pulas dalam pangkuannya.
Barulah pada saat
pemberian bingkisan pada anak-anak yatim, anak yang tertidur pulas tersebut
digendong oleh ajudan Kapolda. Anak tersebut diketahui bernama Muhammad Al
Fatih dari Panti Asuhan Baitul Quran Kramatwatu, Serang.
Rudy selanjutnya secara
simbolis memberikan bingkisan pada anak-anak yatim. Usai memberikan bingkisan,
Kapolda bercengkrama dengan anak-anak yatim. Tanpa diminta Kapolda, ada anak
yatim yang menunjukkan kebolehannya membacakan Pancasila. Kemampuan anak
tersebut yang hafal Pancasila dari sila 1 hingga sila ke-5 membuat Kapolda
bertepuk tangan dan mengusap kepala bocah yatim tersebut dengan senyum lebar.
"10 Muharam sering
disebut Idul Yatama atau Lebaran Anak Yatim. Ini momentum kita untuk
membahagiakan anak yatim," kata Kapolda Banten.
Tingkah polah anak yatim yang seperti anak-anak pada umumnya disikapi Kapolda Banten dengan senyum. "Namanya saja anak-anak, masanya memang bermain-main," cetus Kapolda Banten yang selama ini dikenal sebagai sosok Polisi yang ramah dan bersahaja. (Bidhumas/MM)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar