BALIKPAPAN - wartaexpress.com - Pandemi Covid-19 merupakan salah satu tantangan yang saat ini dialami dunia. Tantangan tersebut digambarkan sebagai The Perfect Storm atau juga dikenal dengan tantangan 5C yakni Covid-19, Conflict of Ukraine-Russia, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living.
Khusus bagi penanganan
pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan gas dan rem yang
telah memberikan hasil yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi pandemi di
Indonesia yang terkendali serta pemulihan ekonomi di berbagai sektor juga terus
berjalan.
Dengan keberhasilan
Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 ini dan di tengah upaya Pemerintah
memprioritaskan penanganan isu-isu di dalam negeri, Indonesia secara khusus
dipercaya untuk membantu dalam upaya mitigasi dan merespon dampak-dampak krisis
pangan, energi dan keuangan bagi negara-negara yang rentan dalam Global Crisis
Response Group (GCRG).
Pemerintah Indonesia
tetap memandang perekonomian di 2022 ini secara optimis karena telah mempunyai
landasan baik, di mana pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh cukup tinggi yaitu
mencapai 5,01% pada Triwulan I-2022. Selain itu, PDB per kapita Indonesia juga
mengalami kenaikan dari US$3,172 di 2010 ke US$4,350 di 2021.
Di tengah pencapaian pertumbuhan ini, Pemerintah menyadari, bahwa masih terjadi kesenjangan pembangunan ekonomi antara Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2021-2022), diketahui bahwa sekitar 57% penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa dan kontribusinya terhadap PDB Indonesia sebesar 57,78% pada Triwulan I-2022. Dalam periode sama, perekonomian Pulau Kalimantan berkontribusi kepada PDB sebesar 8,29%, Sumatera 21,96%, Sulawesi 6,73%, Bali dan Nusa Tenggara 2,66%, serta Maluku dan Papua 2,58%.
Dengan salah satu
tujuan untuk mengatasi kesenjangan pertumbuhan ekonomi tersebut, telah
ditetapkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN)
pada Februari 2022. Pembentukan UU IKN dilandasi urgensi pemindahan IKN yang
sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden RI dalam Sidang Tahunan MPR RI
tanggal 16 Agustus 2019.
“Arah kebijakan
pemindahan IKN pada dasarnya telah diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024 sebagai
bagian dari prioritas pembangunan kewilayahan kawasan perkotaan Indonesia.
Pembangunan IKN telah diarahkan di luar Pulau Jawa dengan letak yang lebih
seimbang secara spasial dan ekonomi, sebagai stimulus pemerataan pertumbuhan
perekonomian nasional,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto.
Hal tersebut
disampaikan dalam sesi Kuliah Umum di Universitas Balikpapan yang mengambil
tema “Pemindahan IKN sebagai Upaya Pemerataan Ekonomi, Pembangunan, Keadilan
dan Munculnya Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru” di Balikpapan, Kalimantan Timur,
Sabtu (18/06).
Dalam jangka panjang,
keberadaan IKN diharapkan dapat berperan sebagai economic super hub dan
economic value chain nasional. Pengembangan economic super hub akan
dikembangkan dalam enam klaster ekonomi strategis, resilien, dan inovatif,
meliputi klaster industri teknologi bersih, klaster farmasi terintegrasi, klaster
industri pertanian berkelanjutan, klaster ekowisata, klaster kimia dan produk
turunan kimia, dan klaster energi rendah karbon. Di samping itu, terdapat juga
dua klaster pendukung, yaitu pendidikan abad ke-21 serta smart city dan Pusat
Industri 4.0.
“Pemindahan IKN ke
Pulau Kalimantan dan menjadikannya sebagai economic super hub merupakan salah
satu strategi untuk menggeser porsi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dari
barat menjadi lebih ke timur,” ujar Menko Airlangga.
Ibu Kota baru yang
diberi nama Nusantara ini memiliki visi sebagai kota dunia untuk semua yang
dibangun dan dikelola dengan tujuan untuk menjadi kota berkelanjutan di dunia,
penggerak ekonomi Indonesia di masa depan, dan menjadi simbol identitas
nasional yang merepresentasikan keberagaman bangsa Indonesia, berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
“Adanya kolaborasi dan
partisipasi setiap pemangku kepentingan terkait menjadi kunci utama membuat
pembangunan IKN ini berjalan lancar. Hadirnya berbagai elemen yang
berkontribusi positif, termasuk dari kalangan perguruan tinggi diharapkan mampu
mempercepat realisasi investasi dalam pembangunan IKN Nusantara dan sejalan
dengan strategi pembangunan yang telah direncanakan oleh Pemerintah,” jelas
Menko Airlangga.
Pembangunan IKN
tentunya membutuhkan suplai SDM berkualitas, khususnya dari penduduk sekitar
IKN. Peningkatan anggaran pendidikan nasional menjadi salah satu jalan bagi
Pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM. Di tahun 2022 telah dialokasikan
anggaran pendidikan yang mencapai Rp. 542,8 triliun.
“Center of
excellence yang dibutuhkan di IKN, misalnya tentang green city,
transformasi digital, dan pembangunan teknologi hydropower di Kalimantan yang
di hilirnya bisa membangkitkan industri berbasis hidrogen, bisa didorong dari
pusat studi Universitas Balikpapan. Saya juga ingin startup unicorn baru suatu
saat bisa muncul dari inisiatif mahasiswa universitas ini,” pungkas Menko
Airlangga.
Turut hadir dalam acara ini adalah anggota DPR RI, Menteri Perindustrian, Rektor Universitas Balikpapan, dan Ketua Dewan Pembinav Yapenti-DWK. (Rep/Fsr/Tun)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar