CILEGON - wartaexpress.com - Dirbinmas Polda Banten mendampingi Kakorbinmas melaksanakan pembukaan pelatihan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) oleh Babhinkamtibmas yang dilaksanakan oleh PT. PLN (Persero) di PLTU Suralaya pada Senin (06/06).
Kegiatan pelatihan ini
dibuka oleh Kakorbinmas Polri, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, dengan dihadiri
oleh Executive Vice Presiden (EVP) K3 PT. PLN (Persero), Komang Parmita,
Dirbinpotmas Koorbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Edy Murbowo, General
Manager PT. Indonesia Power Suralaya PGU, Rachmad Handoko, Dirbinmas Polda
Banten, Kombes Pol Sofwan Hermanto dan Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol
Shinto Silitonga.
Dalam sambutannya, Executive Vice Presiden K3 PT. PLN (Persero) Komang Parmita, mengatakan, bahwa hari ini Polri dan PLN bekerjasama untuk membangun global supply chain dengan pemanfaatan FABA di PLTU yang ada di Indonesia.
"Di negara maju
yang suplai batubaranya dari Indonesia sudah masif memanfaatkan FABA untuk
circular economy yang mana pemerintah juga telah mengeluarkan aturan bahwa FABA
tidak lagi masuk dalam katagori limbah B3 sehingga PLN dan Polri akan bekerjasama
sehingga FABA dapat digunakan untuk paving block, beton, dan barang ekonomi
lainnya," ucap Komang Parmita.
Komang Paramita menjelaskan, bahwa FABA tidak hanya ada di Suralaya, namun sudah masif di 46 lokasi PLTU lainnya, dimana Suralaya sudah secara masif memanfaatkan FABA sehingga Suralaya dijadikan pusat untuk pelatihan dengan harapan agar 46 lokasi PLTU lainnya dapat memanfaatan FABA dengan signifikan. "Diharapkan kerjasama PLN dan Korbinmas Polri ini dapat menjadi sharing economy model bagi pihak-pihak lain yang ingin meningkatkan ekonomi masyarakat," tutur Komang Parmita.
Di tempat yang sama GM
PT. Indonesia Power Suralaya PGU, Rachmad Handoko mengatakan, bahwa PLTU
Suralaya membutuhkan ribuan ton batu bara untuk menghasilkan 3.400 MW listrik
dimana dari hasil tersebut akan menghasilkan 5%-nya adalah FABA. "Terkait
FABA sudah kami latihkan awal di SPN, saat ini di skill-up utk level
UMKM," ucap Rachmad Handoko.
Pada saat pembukaan pelatihan, Kakorbinmas Polri Irjen Pol. Suwondo Nainggolan mengatakan, Binmas fokus pada upaya preemtif, membangun daya penangkal orang untuk tidak berbuat jahat. "Salah satu yang paling berpengaruh sebagai daya tangkal adalah ekonomi, sehingga substansial sekali bila ada pelatihan peningkatan keterampilan supaya menghasilkan produk dari FABA ini," kata Kakorbinmas Polri.
Suwondo Nainggolan
mengatakan, bahwa pasca pelatihan, Bhabinkamtibmas diharapakan dapat mendorong
UMKM, kampung industri dan lanjutan economy chain (rantai ekonomi) termasuk
dengan kapabilitas, kualitas, kontinuitas usaha FABA ini. "Bila kampung
industri bisa berjalan di Suralaya misalnya, maka pasti masyarakat ikut menjaga
Suralaya dari gangguan dan potensi konflik,” tambah Suwondo Nainggolan.
Suwondo berharap, peserta pelatihan dapat menguasai materi yang dilatihkan sehingga dapat medorong UMKM dapat berproduksi. "Kegiatan harus fokus kepada pelatihan yang diberikan oleh trainer dari PLN, pasca paham tentang pelatihan tersebut, maka para Bhabinkamtibmas dapat mendorong masyarakat setempat untuk manfaatkan FABA ini sebagai sumber kesejahteraan," tutur Kakor Binmas Polri. (Bidhumas/MM)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar