CIAMIS - wartaexpress.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi langkah Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam inovasi pemberian bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19 Ciamis.
“Kami mengapresiasi
atas adanya bantuan dari ASN sebagai bentuk kepedulian yang diinisiasi oleh
Kabupaten Ciamis. Sehingga dapat menambah bantuan bagi masyarakat terdampak,”
ujar Menko Marves Luhut saat Rapat Koordinasi Implementasi PPKM Level 3 dan 4
di wilayah Provinsi Bali dan Jawa secara virtual, Sabtu (31/07/21).
Ia pun mengapresiasi atas inisiatif Pemkab Ciamis untuk menyediakan tempat isolasi khusu terpusat di setiap kecamatan di Kabupaten Ciamis.
“Apresiasi juga atas
dibentuknya tempat isolasi terpadu di tingkat kecamatan untuk memenuhi
kebutuhan isolasi masyarakat yang tidak memiliki tempat isolasi yang tidak
layak,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati
Ciamis Herdiat Sunarya menjelaskan, bahwa Pemkab Ciamis telah menyalurkan
sebanyak tiga kali bantuan untuk masyarakat bahkan telah mencapai angka Rp. 3
miliar lebih.
“Alhamdulillah, Pemkab
Ciamis telah menyalurkan bantuan sampai Rp. 3 miliar lebih yang bersumber dari
dana infak dan zakat ASN Kabupaten Ciamis. Dana tersebut telah disalurkan
kepada masyarakat sebanyak tiga kali di waktu berbeda, seperti penyerahan
bantuan beras dan sembako untuk warga yang terdampak Covid-19,” jelas Bupati
Herdiat saat dimintai keterangan selepas mengikuti vidcon tersebut.
Ia pun menyampaikan
terima kasih kepada para ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis yang telah
ikhlas menyisihkan gajinya untuk membantu masyarakat.
“Terima kasih kami
sampaikan kepada para ASN Kabupaten Ciamis yang telah ikhlas menyisihkan
rezekinya untuk membantu sesama di masa pandemi Covid-19 ini,” terangnya.
Lebih lanjut, Herdiat mengajak seluruh elemen masyarakat ikut membantu dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini. Karena menurutnya, pandemi sangat berdampak terhadap aspek kehidupan, salah satunya di bidang kesehatan dan ekonomi.
“Mari kita sama-sama
bangun rasa kepedulian antar sesama dalam menghadapi pandemi ini. Pemerintah
tidak bisa berjalan sendiri, kita sangat memerlukan bantuan dari seluruh elemen
masyarakat. Mari putus mata rantai Covid-19 dengan meningkatkan kedisiplinan
menerapkan prokes 5M dan ikut serta menyukseskan program vaksinasi,” imbuhnya.
Terkait tempat isolasi,
Herdiat menerangkan, bahwa telah menyiapkan lokasinya di setiap kecamatan
dengan menggunakan sekolah-sekolah sebagai pusat isolasinya.
“Kita telah membentuk
pusat isolasi mandiri di tingkat kecamatan dengan menggunakan sekolah-sekolah
sebagai pusat isolasinya,” tuturnya.
Dibuatnya isolasi
terpusat di tingkat kecamatan, menurutnya bukan berarti di tingkat desa tidak
memenuhi, namun dengan adanya pemusatan di tingkat kecamatan maka tenaga medis
akan lebih mudah dalam melakukan penanganan.
“Hal ini juga sebagai upaya pemisahan orang sakit. Apalagi isolasi di rumah, maka orang sakit dengan orang sehat masih bisa berinteraksi, sehingga pemusatan ini memisahkan orang sakit agar tingkat penyebaran akan dapat ditekan," tutupnya. (Kontr/Prokopim/Syarif)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar