BREBES - wartaexpress.com - Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober juga diperingati masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan pelaksanaan Upacara Bendera di 17 wilayah kecamatan, Sabtu pagi (1/10/2022).
Seperti di
Alun-alun Brebes, Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, menjadi Inspektur Upacara,
guna memimpin segenap komponen yang ada seperti ASN, TNI-Polri, sejumlah
organisasi kepemudaan dan masyarakat, dan juga para pelajar, memaknai Hari Kesaktian
Pancasila.
Selepas pelaksanaan upacara, Dandim Brebes, Letkol Infanteri Tentrem Basuki mengemukakan, bahwa tema peringatan kali ini adalah "Bangkit Bergerak Bersama Pancasila”. Maksud tema tersebut adalah, bahwa Ideologi Pancasila merupakan jati diri bangsa dan pemersatu kebhinnekaan Indonesia.
Dahulu, Pancasila
dirumuskan sebagai dasar perjuangan bangsa, yakni untuk menyatukan perbedaan
suku, ras, golongan, agama, dan adat istiadat, sehingga menjadi suatu kekuatan
yang hebat untuk mengusir penjajah.
Sampai dengan saat ini pun, nilai-nilai Pancasila itu masih tetap tak terbantahkan, karena mampu menjadi pedoman dalam mengatasi berbagai macam persoalan bangsa serta sebagai landasan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
“Upacara yang
diperingati hari ini sebagai refleksi diri mengingat sejarah, dimana betapa
besar pengorbanan para pahlawan bangsa untuk menjaga kedaulatan NKRI,” ujarnya.
Tentrem Basuki
menegaskan, bahwa dalam menghadapi situasi apapun jangan mudah terprovokasi
sehingga mudah terpecah belah. Saring dulu informasi dan pastikan kebenarannya
sebelum dishare ke orang lain, karena dapat menimbulkan keresahan, kerusuhan,
rusaknya persatuan dan kesatuan kebhinnekaan.
Dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila juga dibacakan Pancasila, UUD 1945, ikrar kesetiaan Pancasila, dan doa.
Untuk diketahui, Upacara
Hari Kesaktian Pancasila di tingkat pusat diperingati di Monumen Pancasila
Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada pukul
08.00-08.31 WIB.
Ceremonial tahunan ini untuk memperingati sejarah kelam bangsa dari upaya PKI yang mencoba menggantikan Ideologi Pancasila dengan ideologi komunis, dimana puncaknya adalah penculikan dan pembunuhan para pahlawan revolusi (peristiwa G30S PKI), kemudian jasadnya dimasukkan ke dalam sumur tua di Lubang Buaya, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. (Aan)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar