NIAS SELATAN - wartaexpress.com - Sebanyak 14 desa di Kecamatan Lolowau, Kab. Nias Selatan, mengutarakan keluh kesah yang disampaikan oleh para Kades di hadapan Forkopimcam pada Rapat Koordinasi tanggal 08 Juni 2022 di Aula Kantor Camat Lolowau.
Rapat Koordinasi berlangsung 3 jam, dihadiri oleh Forkopimcam, Korwil Dinas Pendidikan Wilayah III, beberapa kepala sekolah, 14 Pemdes, Kapus, tokoh masyarakat, tokoh kepemudaan.
Camat Lolowa'u,
Foanoita Halawa, menanggapi serius keluhan para Kades tersebut. Dalam
sambutannya Foanoita Halawa menegaskan, bahwa seharusnya pihak Bank BRI
mendukung penuh proses penyaluran Dana Desa guna percepatan perkembangan daerah
pedesaan.
Camat Lolowa’u, sebagai
pucuk pimpinan pemerintahan di kecamatan itu menyerukan kepada beberapa Kades
yang hadir, agar segera membuat surat pengajuan kepada Pemerintah Kabupaten,
Provinsi, dan Pusat, agar segera memindahkan Dana Desa dari Bank BRI ke Bank Sumut
atau fasilitas bank lainnya. “Sebab setelah terkonfirmasi dari Kades-kades
ternyata seringkali terjadi penundaan satu sampai dengan tiga minggu dengan
alasan tidak ada uang,” tegas Camat.
Di tempat terpisah,
awak media ini mencoba mengkonfirmasi langsung ke pihak Bank BRI beberapa waktu
lalu, tepatnya pada tanggal 10 Juni 2022 langsung bertemu dengan pimpinan Bank
BRI Unit Lolowa’u di kantornya. Aro Imanuel Daeli menjelaskan kepada awak media,
bahwa pembatasan nominal pencairan/penyaluran DD maksimal 125 juta per transaksi.
“Itu kami lakukan atas Instruksi Bupati Nias Selatan sejak 2016 silam, tujuannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan Dana Desa oleh para Kades, dan jelas kami sampaikan bahwa belum pernah pihak kantor camat ataupun kades-kades itu berkoodinasi kepada kami terkait masalah ini,” jelas Aro Daeli.
Dari penelusuram awak
media ini dengan menggali informasi di kalangan masyarakat sekitar, ada beberapa
masyarakat yang kecewa dan kesal dengan tindakan oknum Bank BRI yang diduga
semena-mena dalam melayani masyarakat untuk berurusan dengan bank.
Di tempat terpisah, salah seorang warga yang tidak disebut namanya mengaku sangat kecewa terhadap Bank BRI Unit Lolowa’u. “Kami warga menginginkan pergantian kepemimpinan Bank BRI Unit Lolowa’u, karena bagaimanapun kekeliruan atas error service terhadap masyarakat/nasabah tetap bergantung pada pucuk pimpinan, apa bila pimpinan keliru maka secara otomatis bawahan bawahan ikutan melakukan kesalahan, kami berharap berita ini bisa sampai ke cabang ataupun ke pusat,” ujarnya. (Lukas Ndruru)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar