Rabu, 21 Juli 2021

Wakil Bupati Raja Ampat Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong Bangun Kampung

Pemuda gotong royong bangun pagar Gereja Bethania Jenbuba

RAJA AMPAT - wartaexpress.com -
Salah satu aset dan kekuatan masyarakat Raja Ampat adalah budaya gotong royong, namun hal ini mulai hilang di dalam masyarakat, oleh sebab itu, Wakil Bupati Raja Ampat mulai menghidupkan kembali budaya tersebut, terutama untuk membangun fasilitas umum di kampung halaman, Minggu (18/07/2021).

Secara kasat mata, masyarakat terlalu berharap dari pemerintah dan kontraktor, sehingga seluruh persoalan di kampung, bertumpu pada kedua lembaga tersebut, hal ini sangat disayangkan Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP, MM, M.Ec.Dev.

Jika masyarakat terlalu berharap pada pemerintah dan kontraktor (tukang), semuanya akan membutuhkan uang dan biaya akan membengkak sementara masyarakat sangat membutuhkan uang namun sumber dananya terbatas, paradigma berpikir ini keliru, karena ada potensi di dalam kampung yang tidak membutuhkan uang yakni modal sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Ada biaya besar karena semua-semua harus tunggu pemerintah dan tukang, membangun fasilitas umum tidak perlu mencari biaya besar-besar karena tersedia sumber daya alam sebagai bahan bangunan dan tenaga manusia sebagai pekerja yang tidak membutuhkan uang, hanya perlu bahan bangunan toko yang mengeluarkan uang,“ kata Orideko Burdam.

Oleh sebab itu, putra Meosbekwan Ayau ini, ingin hidupkan kembali budaya gotong royong di kampung yang sudah mulai hilang dari masyarakat, budaya gotong royong ini milik masyarakat Raja Ampat sebagai kekuatan utama, sehingga tenaga manusia dan sumber daya alam tidak perlu mengeluarkan uang lagi dan dapat menekan kebutuhan dana yang besar.

Oridek membandingkan masa lalu dan sekarang, kenapa dahulu masyarakat dapat membangun fasilitas umum kampung dengan baik, padahal mereka harus berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mendayung perahu ke Sorong untuk menjual hasil alam kemudian membeli bahan bangunan untuk membangun fasilitas umum seperti gereja dan sekolah.

Di jaman susah dahulu seperti itu saja orang tua-tua bisa membangun kampung, apalagi sekarang semua serba ada dan tersedia baik dana pemerintah, akses transportasi, kenapa tidak bisa, seharusnya kita malu dan belajar dari budaya gotong royong orang tua-tua dahulu.

Sebagai salah satu Wakil Ketua Forum Generasi Muda Raja Ampat (FK-Gemura) yang terlibat aktif mendirikan Kabupaten Raja Ampat, apalagi berasal dari orang tua yang aktif mendirikan Kabupaten Raja Ampat, Orideko Burdam, mengharapkan kepada semua pemuda Raja Ampat untuk kembali membangun kampung dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong.

Kabupaten Raja Ampat didirikan dengan tujuan utama agar masyarakat di kampung-kampung dapat bersekolah dan menjadi pegawai negeri sebagai kebanggaan kampungnya tersendiri, apalagi menjadi salah satu pejabat, akan mengharumkan nama kampung.

Menurut Wakil Bupati jebolan S2 Universitas Gajah Mada ini, masyarakat di kampung selalu menaruh harapan pada orang-orangnya yang sudah bekerja sebagai ASN maupun profesi lain, oleh sebab itu, Orideko mengajak anak-anak negeri untuk kembali ke kampung guna menghidupkan kembali budaya gotong royong dan membangun kampung sesuai tujuan pembangunan Kabupaten Raja Ampat.

Tak hanya bicara, Orideko Burdam telah mempraktekkan langsung dengan mengajak pemuda Jenbuba yang telah berhasil di pemerintahan untuk kembali bangun kampung melalui pembangunan pagar gereja, bukan hanya pemuda Jenbuba, tetapi turut serta puluhan pemuda Kristen dari Waisai.

“Ada pembangunan fasilitas umum di beberapa jemaat, terutama di bagian utara, setelah bergotong royong di Jenbuba, kegiatan ini akan dilanjutkan di bagian utara, dan beberapa jemaat yang sedang membangun,“ kata Orideko Burdam. (Jos)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....