
Pemuda gotong royong bangun pagar Gereja Bethania Jenbuba
RAJA AMPAT -
wartaexpress.com -
Salah satu aset dan kekuatan masyarakat Raja Ampat adalah budaya gotong royong,
namun hal ini mulai hilang di dalam masyarakat, oleh sebab itu, Wakil Bupati
Raja Ampat mulai menghidupkan kembali budaya tersebut, terutama untuk membangun
fasilitas umum di kampung halaman, Minggu (18/07/2021).
Secara kasat mata,
masyarakat terlalu berharap dari pemerintah dan kontraktor, sehingga seluruh
persoalan di kampung, bertumpu pada kedua lembaga tersebut, hal ini sangat
disayangkan Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP, MM, M.Ec.Dev.
Jika masyarakat terlalu
berharap pada pemerintah dan kontraktor (tukang), semuanya akan membutuhkan
uang dan biaya akan membengkak sementara masyarakat sangat membutuhkan uang
namun sumber dananya terbatas, paradigma berpikir ini keliru, karena ada
potensi di dalam kampung yang tidak membutuhkan uang yakni modal sumber daya
alam dan sumber daya manusia.
“Ada biaya besar karena
semua-semua harus tunggu pemerintah dan tukang, membangun fasilitas umum tidak
perlu mencari biaya besar-besar karena tersedia sumber daya alam sebagai bahan
bangunan dan tenaga manusia sebagai pekerja yang tidak membutuhkan uang, hanya
perlu bahan bangunan toko yang mengeluarkan uang,“ kata Orideko Burdam.
Oleh sebab itu, putra
Meosbekwan Ayau ini, ingin hidupkan kembali budaya gotong royong di kampung
yang sudah mulai hilang dari masyarakat, budaya gotong royong ini milik
masyarakat Raja Ampat sebagai kekuatan utama, sehingga tenaga manusia dan
sumber daya alam tidak perlu mengeluarkan uang lagi dan dapat menekan kebutuhan
dana yang besar.
Oridek membandingkan
masa lalu dan sekarang, kenapa dahulu masyarakat dapat membangun fasilitas umum
kampung dengan baik, padahal mereka harus berminggu-minggu bahkan
berbulan-bulan mendayung perahu ke Sorong untuk menjual hasil alam kemudian
membeli bahan bangunan untuk membangun fasilitas umum seperti gereja dan
sekolah.
Di jaman susah dahulu seperti
itu saja orang tua-tua bisa membangun kampung, apalagi sekarang semua serba ada
dan tersedia baik dana pemerintah, akses transportasi, kenapa tidak bisa,
seharusnya kita malu dan belajar dari budaya gotong royong orang tua-tua
dahulu.
Sebagai salah satu
Wakil Ketua Forum Generasi Muda Raja Ampat (FK-Gemura) yang terlibat aktif
mendirikan Kabupaten Raja Ampat, apalagi berasal dari orang tua yang aktif
mendirikan Kabupaten Raja Ampat, Orideko Burdam, mengharapkan kepada semua
pemuda Raja Ampat untuk kembali membangun kampung dengan menghidupkan kembali
budaya gotong royong.
Kabupaten Raja Ampat
didirikan dengan tujuan utama agar masyarakat di kampung-kampung dapat
bersekolah dan menjadi pegawai negeri sebagai kebanggaan kampungnya tersendiri,
apalagi menjadi salah satu pejabat, akan mengharumkan nama kampung.
Menurut Wakil Bupati
jebolan S2 Universitas Gajah Mada ini, masyarakat di kampung selalu menaruh
harapan pada orang-orangnya yang sudah bekerja sebagai ASN maupun profesi lain,
oleh sebab itu, Orideko mengajak anak-anak negeri untuk kembali ke kampung guna
menghidupkan kembali budaya gotong royong dan membangun kampung sesuai tujuan
pembangunan Kabupaten Raja Ampat.
Tak hanya bicara,
Orideko Burdam telah mempraktekkan langsung dengan mengajak pemuda Jenbuba yang
telah berhasil di pemerintahan untuk kembali bangun kampung melalui pembangunan
pagar gereja, bukan hanya pemuda Jenbuba, tetapi turut serta puluhan pemuda
Kristen dari Waisai.
“Ada pembangunan fasilitas umum di beberapa jemaat, terutama di bagian utara, setelah bergotong royong di Jenbuba, kegiatan ini akan dilanjutkan di bagian utara, dan beberapa jemaat yang sedang membangun,“ kata Orideko Burdam. (Jos)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar