JAKARTA - wartaexpress.com - Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (Amphibi) lakukan rapat audiensi bersama Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari III lantai 8, Jakarta Pusat pada Selasa (14/6/2022).
Audiensi Amphibi yang dipimpin
Ketua Umum Agus Salim Tanjung didampingi Ketua Amphibi Bekasi Raya M. Hendri A,
ST, dan Wakil Ketua Amphibi Bekasi Raya Niky Gumay, ST, disambut oleh Hery
Gunawan Daulay selaku Koordinator Restorasi, Dit. Pendayagunaan Pesisir dan
Pulau-pulau Kecil, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan
Perikanan beserta jajaran.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Amphibi, Agus Salim Tanjung, menyampaikan beberapa program Kelompok Tani Hutan (KTH Amphibi) di berbagai desa di Indonesia.
Diantaranya adalah di Desa
Tanjung Rejo, Bagan Percut, Bagan Serdang, Kab. Deli Serdang dan Desa Bogak
Besar, Sentang, Bagan Kuala, Kab. Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.
Lebih lanjut Agus ST
mengatakan, bahwa saat ini KTH Amphibi juga sedang menata Mangrove di pesisir Pantai
Mekar dan Pantai Bahagia, Kec. Muara Gembong, Kab. Bekasi, Prov. Jawa Barat. “Adapun
spesialis yang sedang kami restorasi adalah desa yang kritis akibat abrasi yang
cukup parah," ucap Agus ST.
“Dengan menggunakan pola tanam metode Pengaman Bambu Belah yang telah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), adalah rekomendasi Amphibi untuk dapat bekerjasama dengan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP)," papar Agus ST.
Sementara Koordinator
Restorasi, Dit. Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Ditjen Pengelolaan
Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hery Gunawan Daulay
menyampaikan, bahwa saat ini KKP fokus untuk Restorasi Mangrove di area luar
kawasan. “Karena untuk dalam kawasan hutan sudah ditangani oleh Badan Restorasi
Gambut dan Mangrove," jelas Hery Daulay.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lembaga Amphibi melalui Kelompok Tani Hutan yang telah melakukan upaya penyelamatan dan penanaman Mangrove di berbagai desa di Indonesia. Silahkan kalau Amphibi ingin mengajukan lokasi di luar kawasan hutan untuk direstorasi atau penataan dan pemberdayaan masyarakat, bisa membuat proposalnya ke kami," tutur Hary Gunawan Daulay.
Dalam audiensi tersebut juga dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Ekososbud, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Darmadi Aries Wibowo. (Red/Amphibi)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar