PONOROGO - wartaexpress.com - Warga Desa Bajang, Kacamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo digegerkan dengan ditemukannya seorang dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, sekira pukul 08.00 Wib, pada Rabu (21/7/2021).
Jasad tersebut diketahui warga telah membusuk, karena tercium adanya bau menyengat. Diduga korban dengan inisial Mul (52) meninggal sudah 3 hari.
Kapolsek Mlarak, AKP
Sudaroini, SH, menuturkan, bahwa pihaknya menerima laporan adanya temuan orang
meninggal dunia di dalam rumah. Korban berinisial Mul (52), warga Dukuh Bajang,
RT.01/ RW.01, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.
"Dari keterangan saksi
l (Didik), bahwa pada hari Minggu, tanggal 18 Juli 2021, sekira pukul 10.00
Wib, korban masih terlihat berjalan pakai tongkat di teras rumah dan mulai hari
Senin, tanggal 19 Juli 2021, korban sudah tidak terlihat ke luar rumah. Namun
tidak mengira kalau korban meninggal dunia," katanya.
Lebih lanjut Kapolsek
AKP Sudaroini mengungkapkan, bahwa kejadian diketahui sekitar pukul 08.00 Wib,
Tubari, saksi 2, melihat adanya daging hewan qurban yang masih menggantung di pintu
rumah korban. Kemudian Tubari memanggil korban tidak dijawab dan mencium bau
busuk yang berasal dari dalam rumah.
"Melihat kejadian tersebut, Saksi 2 (Tubari) melaporkan ke perangkat Desa Bajang dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Mlarak," jelasnya.
Mendapatkan laporan
kejadian tersebut, selanjutnya Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, SH, mendatangi
Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Camat Mlarak, Moh. Ismail, AP, M.Hum,
Kepala UPT Puskesmas Mlarak, Dr. Mukhlas Hamidy, Kanit IK, Ipda Budioyo, Kanit
Reskrim, Aiptu Johan TA, SH, MH, bersama anggota Brigfenpings, Ka SPKT l Polsek
Mlarak, Aiptu Iwan Panji, Tim Inafis Polres Ponorogo, Bidan Desa Bajang, Yunti,
Amd, Keb, Kepala Desa Bajang, Sri Nuryati beserta perangkat dan Babinsa Desa
Bajang, Serma Joko S.
Dari hasil pemeriksaan
luar yang dilakukan petugas medis Puskesmas Mlarak terhadap tubuh jenazah tidak
diketemukan tanda-tanda penganiayaan, dan korban dinyatakan meninggal kurang
lebih 3 hari sebelum diketemukan.
“Dengan adanya kejadian tersebut, pihak keluarga menerima kematian korban dan bersedia korban dibawa ke RSUD Dr. Hardjono Ponorogo untuk pemulasaraan dan pemakamannya dilakukan secara Prokes,” pungkas Kapolsek AKP Sudaroini. (Ekosetiyo Budi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar