JAKARTA - wartaexpress.com - Yayasan Sosial Berdikari Karya Sehati (Yasos BKS) bersama Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (Amphibi) terus berupaya melakukan pengembangan program sosial kemasyarakatan.
Untuk mendapat
dukungan dari pemerintah, kali ini Ketua Umum Amphibi lakukan kunjungan
silaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Jl. MT. Haryono,
Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat (05-02-2021).
Berangkat dari
keberhasilan Amphibi dan Yasos BKS dalam membina warga binaan Lapas Kelas II.A
Bulak Kapal, Bekasi, yang telah dilakukan dari tahun 2016, Ketua Umum Amphibi,
Agus Salim Tanjung, So,Si, yang juga pendiri di Yasos BKS terus berupaya
mengembangkan teknologi dan menciptakan program pelatihan untuk warga binaan di
lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau sering dikenal penjara.
Agus Salim Tanjung,
So,Si, didampingi Ketua Amphibi Bekasi Raya, Moh. Hendri A, ST, menyampaikan
berbagai program yang telah dilakukan dengan Lapas Kelas II.A, Bulak Kapal, Bekasi
semenjak kepemimpinan Yudi Suseno hingga I Made Darmajaya. “Mulai dari
memproduksi sabun cair dan detergen, ternak lele dan bebek peking hingga
pembibitan mahoni di bawah binaan Kasi Giatja Samsun,” ujar Agus ST.
Agus Salim juga menyampaikan, bahwa Lapas Bulak Kapal Bekasi juga telah mengkontribusikan 10.000 bibit pohon mahoni di berbagai daerah di Jabodetabek, yang ditanam Amphibi bersama Team Go Green pada tahun 2016. “Salah satunya yang bisa dibuktikan ada di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, sebanyak 500 batang pohon mahoni kini tumbuh subur hingga ketinggian 9 meter,” jelas Agus ST.
Dari keberhasilan
kerjasama tersebut, dirinya juga menyampaikan rencana program Amphibi dan Yasos
BKS di seluruh Lapas se-Indonesia.
“Untuk program yang
sedang kami siapkan yaitu pembuatan pakan ikan (pelet) yang bahan bakunya dari
bekas sisa makanan para napi. Kami sudah membuat mesinnya dan siap segera dilaunching
dalam waktu dekat ini. Selain ikut menjalankan program lingkungan hidup,
tentunya ini bisa menjadi nilai tambah usaha warga binaan Lapas dan menjadi
ilmu apabila mereka ingin berusaha setelah menjalani masa hukuman,” tutur Agus
ST.
Menyikapi paparan Ketua
Umum Amphibi yang juga pendiri Yasos BKS, Kepala Kantor Wilayah Kementerian
Hukum dan HAM DKI Jakarta, Drs. Liberti Sitinjak, MM, M.Si, menyampaikan
apresiasinya terhadap apa yang telah dilakukan Yasos BKS dan Amphibi selama ini
untuk warga binaan Lapas.
“Saya sangat setuju
dan mendukung penuh apa yang direncanakan kawan-kawan terhadap warga binaan
lembaga pemasyarakatan. Apalagi menyangkut usaha untuk warga binaan Lapas dalam
menciptakan kemandirian,” ujarnya.
"Saya apresiasi
dan siap membantu apa yang bisa kita sinergikan. Apalagi program ini bertujuan
untuk menciptakan warga binaan Lapas nantinya mampu mandiri dengan membuat
usaha setelah keluar dari masa hukuman, sangat saya dukung,” tegas L. Sitinjak.
"Kalau bisa disiapkan materi dan konsepnya dengan matang. Kalau sudah siap kita adakan rapat dan bahas bersama di sini. Saya akan undang seluruh Kalapas untuk hadir di sini, dan kawan-kawan sebagai narasumber dalam memaparkannya," tutup L. Sitinjak. (Red/Litbang)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar