PONTIANAK - wartaexpress.com - Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH, M.Hum, meminta agar anak-anak diajarkan bahasa ibu atau bahasa daerah sejak dini. Dengan begitu, anak-anak akan lebih mudah belajar bahasa yang lain.
“Bahasa ibu adalah bahasa yang
pertama kali didengar oleh anak yang baru belajar bicara. Yang memprihatinkan,
anak yang baru pandai bicara, tetapi orang tua kadang mengajak dia berbicara
bahasa asing. Itu salah,” ungkapnya saat memberi Keynote Speech pada acara
Webinar Festival Bahasa Ibu 2021 di Ruang Data Analitik, Kantor Gubernur
Kalbar, Jumat (19/2/2021).
Dia menyarankan kepada masyarakat
Kalbar khususnya, agar mengkampanyekan komunikasi pertama kali kepada anak usia
0–1 tahun dengan menggunakan bahasa ibu. Namun demikian, jangan lupa juga untuk
mengenalkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
“Jangan sampai dia tidak pernah
berkomunikasi dengan bahasa daerah atau bahasa ibu, dan jangan sampai juga
tidak mengenalkan bahasa nasional atau bahasa Indonesia. Jangan kira
menggunakan bahasa asing dapat meningkatkan intelektualnya, belum tentu juga,”
ungkap H. Sutarmidji.
Berbagai literatur penulis mengatakan tumbuhkembang anak itu dimulai dari bahasa ibu bagaimana penyampaian bahasa pada anak. “Semakin anak paham tentang bahasa ibu, semakin mudah untuk berkomunikasi dengan bahasa lain, karena kebiasaan komunikasi sehari-hari yang sering didengarnya di rumah,” kata Gubernur Kalbar.
Dia menyampaikan di Pemerintah
Provinsi Kalbar sudah ada Pergub Nomor 154 Tahun 2016 tentang Pembelajaran
Muatan Lokal Budaya Daerah di Provinsi Kalbar, yang harus diajarkan adalah
bahasa daerah atau bahasa ibu.
Mantan Walikota Pontianak ini mengatakan,
bahwa bahasa ibu sebagai bahasa interaksi kepada masyarakat di berbagai tempat,
seperti di warung kopi dan pasar tradisional.
Komunikasi yang terjadi di dua
tempat tersebut, kata H. Sutarmidji, dapat membuat komunikasi menjadi lebih
lancar. “Kadang kalau kita menggunakan bahasa asing maka seakan-akan
menempatkan pada kelas-kelas intelektual tertentu, sehingga komunikasinya tidak
akan baik,” jelasnya.
Upaya yang dilakukan pemerintah
provinsi melalui gerakan literasi adalah dengan menerbitkan kamus-kamus bahasa
daerah atau bahasa ibu. Tujuannya adalah dapat melestarikan khazanah budaya
daerah.
“Saya sependapat bahasa daerah
atau bahasa ibu ini jangan sampai punah, mungkin setiap tahun ada bahasa ibu di
dunia ini yang telah punah, sehingga membuat kamus bahasa daerah itu sangat
penting serta harus menyosialisasikannya,” pintanya.
Gubernur Kalbar sangat mendukung
dalam melestarikan bahasa ibu tanpa mengurangi pemahaman terhadap bahasa
nasional maupun bahasa asing.
Menurutnya, bahasa memudahkan
orang dapat berinteraksi di segala bidang dan segala aspek. “Jangan kita
biarkan bahasa ibu atau bahasa daerah di tempat kita hilang begitu saja,”
tegasnya.
Dalam webinar ini, Gubernur turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Drs. Sugeng Hariadi, MM, saat membuka acara webinar, Gubernur tak lupa berpesan kepada masyarakat untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. (Rls/danil)


AJOQQ menyediakan permainan poker,domino, bandarq, bandarpoker, aduq, sakong, bandar66, perang bacarat dan capsa :)
BalasHapusayo segera bergabung bersama kami dan menangkan uang setiap harinya :)
AJOQQ juga menyediakan bonus rollingan sebanyak 0.3% dan bonus referal sebanyak 20% :)
WA;+855969190856