Selasa, 06 Desember 2022

Diduga SMAN 1 Tenjo Lakukan Pungli Dengan Dalih Pemagaran dan Pengaspalan Jalan


TANGERANG - wartaexpress.com -
Adanya informasi yang simpang siur dari beberapa wali murid  yang mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) kepada peserta didik yang akan mengikuti giat Ujian Tengah Semester (UTS) di SMA Negeri 1 Tenjo gemparkan dunia pendidikan. Diduga MAN 1 Tenjo lakukan pungli sebesar Rp. 700 ribu dengan dalih pemagaran dan pengaspalan jalan lingkup sekolahnya.

Adanya informasi tersebut didapat beberapa narasumber, secara lisan maupun melalui unggahan video dari seorang warga yang dalam percakapan di video tersebut sedang memberikan bantuan kepada seorang anak yang merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut, dan belum mendapatkan kartu peserta ujian karena belum membayar biaya ujian.

“Biaya uang ujian itu ditetapkan komite sekolah, jumlahnya sebesar 500 ribu rupiah dan harus dilunasi, jadi kartu peserta baru dikasih setelah adanya uang masuk. Sedangkan anak yatim itu belum bisa membayar sampai hari Minggu kemarin,” ungkap ML (40) seorang warga yang tetangga siswa di dalam video tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan pungli yang beredar tersebut, Ketua Panitia Kegiatan UTS di SMAN 1 Tenjo, Lukman Helmi, membantah jika pihak sekolah menerapkan aturan pembayaran untuk biaya uang ujian tengah semester. Ia pun mempersilahkan wartawan media ini agar mengkonfirmasi langsung kepada pihak komite sekolah.

Menurut Lukman Helmi, terkait informasi adanya pungutan uang ujian, itu sama sekali tidak benar. “Informasi itu keputusan dari pihak komite sekolah, kami mempersilahkan teman-teman wartawan untuk melakukan pengecekan atau dikonfirmasi langsung,” tegasnya.

Lukman Helmi menjelaskan, bahwa selama ini pihak SMAN 1 Tenjo dalam setiap ada kebijakan pembangunan sarana dan prasarana sekolah atau dalam kegiatan apapun, selalu berdasarkan musyawarah dengan pihak komite sekolah dan selalu disosialisasikan ke semua wali murid.

“Bahkan pada saat ada usulan membangun mushola, kami selalu melakukan musyawarah terlebih dahulu. Jadi kalaupun ada keputusan ada uang iuran atau sumbangan dari wali murid, sifatnya seikhlasnya atau sepantasnya. Tidak ada kewajiban apalagi paksaan,” tuturnya.

Pria yang juga bertugas sebagai tenaga pengajar (guru) di SMAN 1 Tenjo ini menambahkan, bahwa pihak sekolah juga selalu memperhatikan siswa-siswi yang statusnya anak yatim dengan membuat berbagai kebijakan khusus.

“Setiap bulan Muharam, sekolah juga sering melakukan kegiatan santunan bagi para siswa-siswi yang statusnya anak yatim. Mereka diperlakukan dengan layak di sekolah ini,” pungkas Lukman Helmi.

Sedangkan menurut salah seorang narasumber kejadian berawal dari permasalahan sekolah yang mengajukan permohonan kepada orang tua murid yang diduga dilakukan oleh Ketua Komite yang bernama Momo pada bulan Nopember lalu yang mengadakan Rapat Wali Murid.

Dalam pembahasan Rapat tersebut, meminta sumbangan kepada wali murid sebesar 700 ribu yang diperuntukan guna pembangunan jalan dan pemagaran di ruang lingkup sekolah namun para wali murid merasa keberatan.

Mendadak langsung diputuskan oleh Ketua Komite dengan nominal sebesar 500 ribu, namun saat Rapat ada salah satu wali murid yang diduga merasa mampu menyambut usulan tersebut dan siap jika besarannya adalah sebesar 500 ribu, tak ayal langsung disambut baik beberapa wali murid dan mendadak diputuskan sepihak oleh Komite Sekolah kemudian langsung menutup rapat.

"Sedangkan pada saat kejadian itu berbarengan dengan adanya ujian yang dimulai hari Senin lalu yang mengakibatkan adanya dugaan menjadi ajang atau kesempatan karena berbarengan dengan praktek ujian hingga terjadilah keputusan bagi yang belum masuk pembayaran sama sekali, maka sisa-siswi tidak diperkenankan mendapat peserta ujian,” tutur salah seorang narasumber yang tak mau disebutkan namanya. (Udin/Uby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....