NIAS SELATAN - wartaexpress.com - Proses pembongkaran makam untuk mengeluarkan jenazah Alm. Arima Ndruru yang merupakan korban pembunuhan di Desa Togizita, Kecamatan Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan, yang sempat viral di medsos pada beberapa bulan lalu langsung diotopsi di tempat, Senin (19/12/2022).
Polres Nias Selatan
berupaya keras untuk menemukan tanda-tanda pelaku yang melakukan pembunuhan
terhadap Alm Arima Ndruru, dengan mendatangkan Tim Dokter Forensik langsung
dari Polda Sumatera Utara. Kasus Pembunuhan ini sudah 3 bulan lebih namun
sampai saat ini pelaku belum ditemukan, demikian pula motifnya.
Kapolres Nias Selatan, melalui Kasat Reskrim, AKP Fredy Siagian, SH, menjelaskan, bahwa terkait pembongkaran makam jenazah Alm Arima Ndruru merupakan upaya dan tahapan penyidikan untuk memastikan bahwa korban dibunuh dengan menggunakan alat seperti apa yang digunakan oleh pelaku.
“Sejauh ini belum ditemukan
jejak pelaku hingga proses pembongkaran kita lakukan. Kalaupun akhir-akhir ini
muncul saksi yang melihat namun tidak segampang itu kita mempercayai hal
tersebut, makanya kita lakukan upaya otopsi ini untuk memperkuat bukti ataupun
saksi yang sudah diperoleh,” terang Kasat Reskrim Polres Nisel.
Kasat Reskrim Polres
Nias Selatan, AKP Fredy Sigian, SH, memberikan pemahaman kepada pihak keluarga
dan warga sesaat setelah proses pemeriksaan oleh Tim Dokter Forensik. Ia
menjelaskan bahwa kasus ini merupakan kasus yang rumit dan perlu kerja keras
untuk menyelesaikannya. “Untuk itu kami berharap masyarakat terutama pihak
keluarga besar untuk bersabar menunggu hasil otopsi oleh Tim Forensik dari
Polda Sumut,” ucap Kasat.
Sementara awak media
ini mencoba meminta tanggapan kepada keluarga yang didampingi oleh Pemerintah Kecamatan
Hilimegai dan Kades. "Kami berharap kasus ini cepat diselesaikan dengan
menemukan pelaku, kami keluarga tidak bisa berbuat banyak selain hanya bisa
berharap agar keadilan ditegakkan, kami hanya meminta dan mencari keadilan,"
tegas keluarga korban, Ama Kurnia Ndruru.
Berdasarkan pantauan awak media ini, kasus ini memang tergolong rumit karena kesulitan mendapatkan bukti-bukti ataupun saksi mata.
Jelas akhir-akhir ini
ada yang mau atau bersedia memberikan keterangan sebagai saksi mata, namun Polisi belum bisa mempercayai begitu saja,
sebab yang mengaku saksi mata sempat juga diambil keterangan sebagai saksi tapi
awalnya saksi tersebut tidak mengaku melihat.
“Baru akhir-akhir ini dia mau bersaksi dan siap bersumpah, bahwa dia benar-benar melihat dengan nyata siapa pelaku pembunuhan tersebut. Kita serahkan saja kepada pihak berwajib agar mereka bisa bekerja ekstra untuk mengungkap kasus pembunuhan ini,” tutup salah seorang pegiat medsos setempat. (Lukas N)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar