Senin, 19 Desember 2022

Makam Alm. Arima Ndruru Dibongkar, Polres Nisel Datangkan Dokter Forensik Dari Polda Sumut


NIAS SELATAN - wartaexpress.com -
Proses pembongkaran makam untuk mengeluarkan jenazah Alm. Arima Ndruru yang merupakan korban pembunuhan di Desa Togizita, Kecamatan Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan, yang sempat viral di medsos pada beberapa bulan lalu langsung diotopsi di tempat, Senin (19/12/2022).

Polres Nias Selatan berupaya keras untuk menemukan tanda-tanda pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap Alm Arima Ndruru, dengan mendatangkan Tim Dokter Forensik langsung dari Polda Sumatera Utara. Kasus Pembunuhan ini sudah 3 bulan lebih namun sampai saat ini pelaku belum ditemukan, demikian pula motifnya.

Kapolres Nias Selatan, melalui Kasat Reskrim, AKP Fredy Siagian, SH, menjelaskan, bahwa terkait pembongkaran makam jenazah Alm Arima Ndruru merupakan upaya dan tahapan penyidikan untuk memastikan bahwa korban dibunuh dengan menggunakan alat seperti apa yang digunakan oleh pelaku.

“Sejauh ini belum ditemukan jejak pelaku hingga proses pembongkaran kita lakukan. Kalaupun akhir-akhir ini muncul saksi yang melihat namun tidak segampang itu kita mempercayai hal tersebut, makanya kita lakukan upaya otopsi ini untuk memperkuat bukti ataupun saksi yang sudah diperoleh,” terang Kasat Reskrim Polres Nisel.

Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, AKP Fredy Sigian, SH, memberikan pemahaman kepada pihak keluarga dan warga sesaat setelah proses pemeriksaan oleh Tim Dokter Forensik. Ia menjelaskan bahwa kasus ini merupakan kasus yang rumit dan perlu kerja keras untuk menyelesaikannya. “Untuk itu kami berharap masyarakat terutama pihak keluarga besar untuk bersabar menunggu hasil otopsi oleh Tim Forensik dari Polda Sumut,” ucap Kasat.

Sementara awak media ini mencoba meminta tanggapan kepada keluarga yang didampingi oleh Pemerintah Kecamatan Hilimegai dan Kades. "Kami berharap kasus ini cepat diselesaikan dengan menemukan pelaku, kami keluarga tidak bisa berbuat banyak selain hanya bisa berharap agar keadilan ditegakkan, kami hanya meminta dan mencari keadilan," tegas keluarga korban, Ama Kurnia Ndruru.

Berdasarkan pantauan awak media ini, kasus ini memang tergolong rumit karena kesulitan mendapatkan bukti-bukti ataupun saksi mata.

Jelas akhir-akhir ini ada yang mau atau bersedia memberikan keterangan sebagai saksi mata, namun  Polisi belum bisa mempercayai begitu saja, sebab yang mengaku saksi mata sempat juga diambil keterangan sebagai saksi tapi awalnya saksi tersebut tidak mengaku melihat.

“Baru akhir-akhir ini dia mau bersaksi dan siap bersumpah, bahwa dia benar-benar melihat dengan nyata siapa pelaku pembunuhan tersebut. Kita serahkan saja kepada pihak berwajib agar mereka bisa bekerja ekstra untuk mengungkap kasus pembunuhan ini,” tutup salah seorang pegiat medsos setempat. (Lukas N)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....