SERANG - wartaexpress.com - Bentuk perjuangan para buruh di Prov. Banten, tidak kenal istilah mundur atau lelah sebelum tuntutan dipenuhi pemerintah terkait kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang belum jelas kepastian. Oleh sebab itu, Rabu (22/12/2021) ribuan buruh dari berbagai elemen serikat pekerja kembali turun kejalan menggunakan kendraan, roda 2 maupun roda 4 dengan atribut masing-masing serikat pekerja perusahaan, menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang guna menggelar aksi demontrasi kenaikan UMK.
Ribuan buruh dari berbagai
kawasan industri, Prov. Banten yang didominasi buruh dari Kab. Tangerang, Kab. Serang
dan Kota Cilegon, dalam aksinya, di KP3B, Curug Kota Serang, mereka menuntut
Gubernur Banten, Wahidin Halim merevisi UMK Kabupaten/Kota untuk UMK tahun
2022, mengikuti seperti DKI Jakarta.
Pantauan media wartaexpress.com, di lapangan, di sepanjang Jalan Serang-Balaraja-Tangerang, massa perwakilan buruh sejumlah seratusan orang dari masing-masing perusahaan, di depan perusahaannya telah siap bergabung turun ke jalan menuju Kantor Gubernur Banten.
Konvoi ribuan kenderaan
buruh dari Tangerang-Serang melintas di jalan protokol (Jakarta-Serang) menuju
Kota Serang, dikawal aparat kepolisaian Polda Banten, Polres Serang, Polres
Serang Kota, dan Polsek, kepadatan kemacetan lalulintas dapat terurai tidak
sampai mengalami gangguan yang berarti.
Di PT. Nikomas Gemilang
Tambak, Kibin, Danang, Humas, perusahaan sepatu terbesar se-Asia Tenggara itu,
kepada wartawan menyampaikan, bahwa yang ikut demontrasi perwakilan dari serikat
pekerja perusaan mereka sebanyak 200 orang, itupun karena sesuai permintaan
koordinator aksi. Soal tuntutan, tetap pada tuntutan sebelumnya, tentang
kenaikan UMK tahun 2022 yang belum ada kepastian kesepakatan yang dapat
diterima oleh buruh.
“Demo hari ini (22/12)
tetap pada tuntutan buruh, sama seperti demo sebelum sebelumnya, yakni kenaikan
upah (UMK untuk tahun 2022) yang belum ada kesepahaman antara buruh dan Pemprov
Banten dengan persentase, 8-10 % kenaikan UMK, kalau soal perwakilan dari
serikat pekerja kami, Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT. Nikomas Gemilang,
Tambak, Kibin, ikut sebanyak 200-an orang. katanya.
Situasi di halaman Kantor
Gubernur Banten, kehadiran ribuan buruh menyampaikan orasi tuntutannya tampak
tertib, berharap Gubernur Banten, Wahidin Halim, menemui mendengar apa yang
menjadi aspirasi buruh. Di tengah aksi dan orasi buruh tersebut, mereka menyampaikan tututan
agar Gubernur Banten segera merevisi UMK 2021.
Selanjutnya tampak buruh
berupaya merangsek masuk ke Kantor Gubernur Banten. Dari informasi yang
beredar, salah seorang dari buruh sempat duduk di kursi Gubernur Banten. Salah
seorang diantara buruh yang tidak menyebutkan namanya mengakui, bahwa benar ada
seorang yang menduduki kursi Gubernur Banten. ”Benar, ada yang sampai duduk di
kursi gubernur, mungkin itu menunjukkan rasa kesal karena gubernur tidak ada di
tempat,” jelasnya.
Salah seorang anggota
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tangerang menjelaskan,
bahwa unjuk rasa buruh ini mendesak Gubernur Banten merevisi UMK 2022. Ternyata
Gubernur tidak mau menemui buruh untuk mendengar tuntutan buruh atau berdialog.
Mungkin akibat rasa kesal buruh, beberapa orang masuk ke Kantor untuk mencari
atau bertemu Gubernur, tetapi tidak berada di tempat
“Demontrasi hari ini meminta dan mendesak Gubernur untuk merevisi UMK 2022, namun tidak mau menemui buruh, sehingga buruh masuk ke dalam untuk mencari Gubernur,” pungkasnya. (MM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar