SERANG - wartaexpress.com - Kepala Desa (Kades) Cijeruk, Ahmad Rosadi, salud siapa sangka, diam-diam lahan persawahan di sekitar lokasi Kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cijeruk, di Kp. Ciajeng, RT. 09, RW.03, Desa Cijeruk, Kec. Kibin, Kab. Serang, Banten, beberapa petak sawah dapat dimamfaatkan dikelola menjadi sumber penghasilan ekonomi yang berprospek tinggi dan sangat menjanjikan untuk kemajuan perekonomian BUMDes dan warga Cijeruk.
Sedikitnya 5 petak
sawah bisa disulap atau digarap menjadi kolam untuk memelihara berbagai jenis
ikan tawar, seperti ikan mas, mujahir, lele, patin, gurami dan ikan bawal,
dikelola bersama warganya dan anggota BUMDes.
Menurut Ahmad Rosadi,
sebelum dirinya menjadi Kepala Desa Cijeruk, dunia usaha, dagang jual beli dan beternak
ikan tawar sudah menjadi bagian yang tidak pernah terpisahkan dari kehidupan
kesehariannya. Banyak usaha yang dibangunnya hanya dengan modal kemauan keras
dan belajar secara otodidak.Kades Cijeruk, Ahmad Rosadi (tengah) panen ikan bawal,
pakan ikan sisa nasi dari PT. Nikomas Gemilang Tambak
Mulai usaha mikro (kecil)
seperti Pabrik Tahu dan Tempe, dagang ikan asin, sayur mayur di pasar dan
beternak ikan mas, gurami, lele, patin dan ikan bawal dan bentuk bisnis
lainnya. ”Saya mulai dan tekuni semua usaha itu hanya dari modal kemauan keras.
Sebelum Kades pun saya sudah punya usaha atau pengusaha kecil-kecilan lah, dan
bisnis, termasuk beternak ikan,” ungkapnya.
Melayani pesanan ikan
dari pelanggannya seperti hari ini, (17/12), kata Lurah Mamat (nama yang biasa
disebut warga Cijeruk) tanpa diminta, dirinya ikut langsung turun ke kolam.
Karena sebelum sebelumnya juga setiap panen 1x dalam 3 bulan, selalu ikut
memanen layaknya warga yang beternak ikan ketika memanen hasil ikannya. ”Saya
senang dan hobby ikut manen nangkap ikan dengan warga, saya merasa mendapat
kepuasan tersendiri dan rasanya senang,“ katanya.
“Panen ikan bawal hari
ini, sudah kali yang ke tiga, panen sebelumnya dari satu kolam ini, sudah
menghasilkan 2 ton atau 2.000 kg lebih ikan berukuran antara 1-2/kg, ada yang
1-3/kg, ada yang sampai 4-5 ekor/kg, kalau dihitung secara kasar, sudah lumayan
untungnya,” terang Kades.
Dari awalnya bibit ikan
bawal sebanyak 40 ribu ekor x Rp. 400/ekor, 2x panen sudah terjual 2 ton x Rp. 25
ribu, ditambah hari ini hampir 250 kg, panen yang ke tigakalinya, itupun sesuai
pesanan pengusaha pemancingan, harganya sama Rp. 25 ribu/kg. “Kalau
diperkirakan sekitar 1 ton lebih masih ada sisa di kolam untuk panen bulan
berikutnya,” ucap Mamat.
Diterangkannya, bahwa
untuk pakan ikan, umumnya dari pur yang dibeli dari toko. Termasuk untuk ikan
bawal. Bahkan, khusus kolam ikan bawal mulai tanam sampai panen ketiga kali
ini, sudah menghabiskan pur sebanyak 5 ton. Tetapi untuk pembesaran dan
penggemukan, sampai siap panen, besarnya rata-rata 1, 2-3/kg, makanan ikan
bawal diganti, yaitu sisa nasi dari PT. Nikomas Gemilang Tambak.
“Sisa nasi (limbah nasi) karyawan/ti PT. Nikomas, bisa kami mamfaatkan untuk makanan pembesaran dan penggemukan khusus buat ikan bawal, dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Untuk itu kami berharap limbah nasi PT. Nikomas nantinya ke depan tetap dapat kami mamfaatkan,” harap Mamat. (MM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar