BREBES - wartaexpress.com - Ialah Sertu Sulis Kurniawan, Babinsa Koramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, adalah sosok yang sangat dekat dengan masyarakat desa binaannya saat ini, yaitu Desa Randusanga Wetan dan Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Ia juga adalah Babinsa yang terus menjalin sinergi dengan Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta dengan masyarakat dalam menjaga wilayah teritorial tetap aman dan kondusif, penanganan bencana alam, menggerakkan organisasi di masyarakat, serta mensukseskan penanggulangan pandemi Covid-19 bersama unsur terkait lainnya.
Sebagai bukti, dirinya pernah dua kali menjadi Babinsa terbaik/teladan di jajaran Kodim Brebes pada tahun 2016 dan 2017, dimana penghargaan itu diberikan langsung oleh Pangdam IV Diponegoro kala itu, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, sekarang purnawirawan TNI AD berpangkat Letnan Jenderal dengan jabatan terakhir sebagai Wakasad (2017-2020).
Penghargaan itu
berkat penguasaan wilayah teritorial desa binaannya kala itu, Desa/Kecamatan
Banjarharjo saat berdinas di Koramil 14 Banjarharjo sejak tahun 2015 sampai
2019.
Dandim Brebes,
Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan membenarkan, bahwa Babinsanya itu memang
sangat menguasai 5 kemampuan teritorial yaitu Temu Cepat dan Lapor Cepat,
Manajemen Teritorial, Penguasaan Wilayah baik geografi maupun
demografi, Pembinaan Perlawanan Rakyat, dan kemampuan Komunikasi Sosial
(komsos), Rabu (1/12/2021).
Pun di dunia pendidikan, saat menjadi Babinsa Banjarharjo ia adalah Pamong Pramuka Saka Wira Kartika, dan juga pembina karang taruna, anggota Linmas, Pemuda Pancasila, serta komunitas motor RX King (Kober) Banjarharjo. Wajar jika ia benar-benar dikenal warga desa binaannya baik anak-anak, pemuda, hingga tua.
Di Desa Banjarharjo
juga, bapak empat anak ini mengadopsi anak perempuan yatim, Klaudia Sinta Bela
(9), anak kelas 3 SD yang bapaknya meninggal dunia dan ibunya hanya bekerja
sebagai buruh tani Perhutani. Kini, anak ke lima Sertu Sulis ini sudah berumur
13 tahun dan bersekolah di SMPN 1 Brebes.
Selain itu,
keluarga besar sersan tersebut juga mengangkat dua orang anak asuh, yakni Safa
Ayu Dini (12) SLTPN 1 Brebes, anak seorang tukang rosok asal Kelurahan
Gandasuli, dan juga Jihan Affiyah (13) SLTPN 1 Brebes, anak warga kurang mampu
dari Desa Wangandalem.
Sementara itu, Sis
Dwi Yulianti (34) yang merupakan istri dari Sertu Sulis, sangat mendukung apa
yang dilakukan suaminya itu. Ia yakin sekali bahwa Tuhan YME pasti memberikan
rezeki yang lebih untuk merawat dan membiayai sekolah anak angkatnya itu,
maupun membiayai sekolah kedua anak asuhnya tersebut.
Kades Banjarharjo,
Sutriono, Amd, bersama beberapa kades tetangga juga menggelar acara perpisahan
dengan sang Babinsa, yaitu di Rumah Makan Pujasera, Banjarharjo pada awal
Januari 2020 (5/1).
Sutriono menyatakan,
bahwa acara tersebut sebagai bentuk terima kasih dari Pemdes dan warga
Banjarharjo atas dedikasi dan pengabdiannya selama membina Desa Banjarharjo dan
sekitarnya.
Pun dengan
anak-anak Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 14 Banjarharjo, seminggu sebelumnya
(31/12), mereka juga melepas kepindahan pamong mereka tersebut ke Makodim
Brebes, dengan memberikan cinderamata.
Babinsa Randusanga Wetan dan Desa Randusanga Kulon
Saat ini Sertu
Sulis berdinas di Koramil 01 Brebes sejak tahun 2020-sekarang. Dan membina dua
desa, Desa Randusanga Wetan dan Desa Randusanga Kulon.
Di kedua desa ini,
dirinya aktif membina karang taruna, termasuk mitra Pokdarwis Obyek Wisata
Pantai Randusanga Indah (Parin) Brebes yang terletak di Desa Randusanga Kulon.
Babinsa yang satu
ini selalu berusaha hadir ke tengah-tengah warga desa binaannya terutama saat
banjir rob sedang melanda wilayah pesisir Parin.
Tampak tertangkap
kamera (30/11/2021), adalah salah satu sikap kepeduliannya saat membantu warga
melintasi genangan air dan membantu memasang penghalang agar air rob tidak
terlalu deras masuk ke dalam rumah warga, karena saat itu genangan air setinggi
30-50 centimeter dan berdampak di RW. 01 (RT. 01-06) dan RW. 02 (RT. 01-07)
Desa Randusanga Kulon, serta RW. 03 (RT. 01) Desa Randusanga Wetan.
Ia juga tak
segan-segan membantu mengevakuasi barang-barang perabotan milik warga, termasuk
berkoordinasi dengan pihak terkait maupun pihak lainnya guna mendatangkan
bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban hidup warganya saat rob langganan
terjadi.
Sulis berharap
Pemkab Brebes mempercepat pembangunan tanggul penahan atau pemecah ombak,
dimana pembangunannya telah direncanakan tahun lalu dengan nilai sebesar Rp.
500 milyar. Dana tersebut juga termasuk untuk peninggian badan jalan beberapa
desa di lima kecamatan yang menjadi langganan rob, yakni Kecamatan Losari,
Tanjung, Bulakamba, Wanasari, dan juga Brebes.
Kemudian
disampaikan Erni (56), salah satu warga Randusanga Kulon yang berjualan di
pintu gerbang OW Parin, bahwa Sertu Sulis adalah sosok yang ramah dan ringan
tangan membantu warga.
“Waktu banjir saya diberi bantuan dan juga motivasi agar sabar serta terus berusaha demi anak-anak. Terima kasih Pak Babinsa,” ujarnya.
Erni juga berharap
agar pemerintah cepat merealisasikan tanggul penahan dan pemecah ombak sehingga
bencana rob tidak berkepanjangan, karena sebagian besar mata pencaharian warga
di kedua desa tersebut adalah menjadi petani tambah dan berjualan di obyek
wisata tersebut.
Ia juga ikut merasa
senang bahwa hari ini (1/12/2021), ada 10 orang putus sekolah yang merupakan
anak tetangganya, menerima bantuan sehingga mereka kembali bersekolah. Bantuan
itu diberikan melalui Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Brebes.
Perlu diketahui,
banjir rob yang terjadi di wilayah itu terjadi setiap tahun antara bulan
Mei-Juni, serta pada saat musim penghujan. Tambak-tambak milik petani (udang,
bandeng, dan rumput laut), juga banyak yang sudah menjadi rawa (kurang lebih 50
hektar) akibat dampak abrasi rob.
Kepala Desa
Randusanga Wetan, Swi Agung Kabiantara mengungkapkan, abrasi di wilayahnya itu
tergolong sangat cepat, bahkan setiap tahunnya mengikis daratan di bibir pantai
sepanjang kurang lebih 30 meter, sehingga warga khawatir lambat laun abrasi ini
bisa sampai ke permukiman.
Rob akan menjadi lebih parah jika terjadi pasang laut, sedangkan debit air di Sungai Sigeleng yang mengarah ke muara Pantai Randusanga sedang melimpah akibat di hulu diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi. Sehingga selain pemukiman, jalan menuju OW Parin yang berada di sisi Sungai Sigeleng, juga sudah terbiasa terendam air sehingga melumpuhkan perekonomian warga di sektor pariwisata. (Aan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar