Oleh
: Juson Simbolon
JAKARTA - wartaexpress.com - Hampir enam bulan kami membicarakan beberapa hal tentang sosok Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM. Pada awalnya, hanya melihat KDM adalah seorang tokoh politik yang bekerja untuk satu lembaga formal negara.
Seiring perjalanan waktu, dengan berbekal pengelolaan media sosial Youtube, semakin memunculkan rasa penasaran akan gagasan dan nilai-nilai yang dibangun oleh KDM selama ini. Salah satu buku yang paling menentukan adalah gagasan-gagasan fundamental KDM yang sangat komprehensif dengan judul Mengayuh Negeri Dengan Cinta.
Selain membaca buku,
hampir setiap hari juga berusaha mengumpulkan pemberitaan, artikel dan
publikasi KDM lewat media sosial miliknya dan media sosial lain yang relevan.
Semua informasi dan gagasan-gagasan KDM yang bisa ditangkap, dikembangkan
menjadi narasi baru lewat tulisan maupun video yang diupload di Channel Youtube
Satrio Bushido Library.
Hal lain yang saya
lakukan adalah terus mengikuti publikasi video dan perkembangan penggemar KDM
lewat Youtube resminya. Hampir setiap kali upload, saya pasti menonton dan
memberikan komentar jika yang ditayangkan benar-benar saya pahami.
Pada suatu waktu, saya
semakin memiliki keyakinan subjektif, bahwa cara kerja, aksi sosial dan
kehadiran KDM di tengah-tengah problem rakyat tidak mungkin lagi hanya
dilakukan sendirian. Sebagai individu dan sebagai penyelenggara negara, KDM dan
semua gagasannya harus mendapat perhatian penting dari siapa saja. Untuk
didukung dan dikerjakan dengan kesadaran penuh. Hingga suatu waktu, saya
melihat apa yang dilakukan KDM adalah hanya akan membenahi masalah hilir. Akar
masalah nyaris tidak tersentuh yakni kebijakan hulu yaitu keberpihakan negara
terhadap rakyat kecil.
Kekuatan KDM dalam konteks gagasan, pengalaman dan dukungan lewat media sosial memang sangat kuat. Kehadiran media sosial atau yang akrab disebut netizen memang terlihat mengalami kemajuan signifikan. Para netizen khususnya kaum muda mendukung semua kinerja dan langkah-langah KDM dalam melayani dan memperjuangkan rakyat.
Pertanyaannya kemudian,
apakah dukungan dan sahut-sahutan komentar netizen itu cukup mewujudkan
gagasan-gagasan KDM untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa ini? Untuk
menjawabnya diperlukan diskursus yang lebih serius. Atau bisakan hanya komentar
netizen di sosial media mendorong perubahan yang diperjuangkan KDM itu
terwujud?
Memang, dalam beberapa studi kehadiran media sosial disebut-sebut punya kontribusi dalam proses perubahan dunia, seperti kita saksikan sekarang. Terutama dalam membangun kultur politik pada masa modern ini.
Namun dalam konteks kekuatan politik saya masih meyakini apa yang disebut oleh Soekarno, bahwa politik adalah soal membangun kekuatan dan menggunakan kekuatan itu sendiri. Kekuatan media sosial harus menjadi kekuatan yang hidup di tengah-tengah rakyat dengan jaringan yang terorganisir dengan baik. Sebab, interaksi nyata warga negara adalah jaminan terjadinya kekuatan itu sendiri. Dari interaksi dan diskursus inilah akan melahirkan keyakinan bersama untuk membangun pemerintahan yang berpihak kepada rakyat. Melahirkan semangat patriotik dan ketulusan warga negara.
Dengan proses diskurus
secara langsung itu, maka apa yang disebut Machiavelli dalam bukunya The
Discourses atau Diskursus “pemerintah yang ada di bawah kendali rakyat lebih
baik daripada dipegang oleh penguasa. Maka dari itu, untuk mencapai negara
ideal yakni republik, dibutuhkan semangat patriotik dan kebaikan warga negara.”
Semangat patriotik dan kebaikan warga negara ini akan kita terjemahkan dalam bentuk apa? Yaitu kesadaran penuh untuk memperjuangkan dan memilih pemimpin yang benar-benar lahir dari rakyat. Yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani rakyat dan sepenuhnya bertanggung jawab atas amanah yang pernah dipercayakan rakyat kepadanya. Siapa tokoh tersebut? Bagi saya yang paling tepat adalah Kang Dedi Mulyadi. Sebagaimana yang telah saya bahas di atas.
Untuk mewujudkan
langkah-langkah besar itu dan menuju warga negara sebagaimana definisi dalam
teori politik Machiavelli, kami berusaha untuk melakukan pergerakan nyata
dengan menggalang diskusi-diskusi kecil, pertemuan demi pertemuan dari Saung ke
Saung. Dengan tujuan menyatukan gagasan yang lebih konkrit #KDMcapres2024.
Menghimpun siapa saja yang meyakini bahwa KDM sosok terbaik pemimpin Indonesia
ke depan.
Dari perjalan waktu yang begitu singkat, dan rintangan yang begitu banyak. Akhirnya kami dari 2-3 orang menjelma menjadi kekuatan baru dari beberapa wilayah. Walaupun soliditas belum teruji, namun sambutan positif para netizen telah menambah percaya diri kami untuk bergerak lebih cepat. Menambah keyakinan kami, bahwa ada ribuan bahkan jutaan netizen (rakyat) yang menginginkan KDM menjadi pemimpin Indonesia ke depan.
Sebagai langkah-langkah
pergerakan menguji soliditas, maka kami memutuskan melakukan Musyawarah Besar
Pendukung KDM pada tanggal 18 Desember 2021 di Saung Tajug Gede Purwakarta.
Mengapa kami melakukan acara ini di Kompleks Tajug Gede Purwakarta? Alasan
sederhananya, kami ingin memulai sejarah ini, dari salah satu warisan
bersejarah KDM selama memimpin Purwakarta.
Kami mohon doa
teman-teman semua, agar rencana ini dapat berjalan dengan baik. Jika ada
diantara anda yang ingin ikut serta, silahkan bergabung. Jika ingin menyaksikan
seperti apa dinamika dalam Musyawarah nanti, kami akan berusaha mempersiapkan
akses jarak jauh lewat daring. Terima kasih.
#kdm.#forkdm.#dedimulyadi.#kangdedimulyadi. (Pena Sukma)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar