PONTIANAK - wartaexpress.com - Audiensi bersama Tim Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Banggar DPR RI) dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH, M.Hum, dengan didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Samuel, SE, M.Si, di ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (14/12/2021).
Kegiatan ini turut
dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Wakil Ketua Tim Badan Anggaran
DPR RI, H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH, anggota Banggar DPR RI Dapil I
Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH, beserta Tim Banggar DPR RI,
Bupati/Walikota/Wakil Bupati/Wakil Walikota dan beberapa pejabat yang mewakili,
serta beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kalbar menyampaikan beberapa hal terkait kondisi daerah maupun kebutuhan anggaran kepada Tim Badan Anggaran DPR RI. "Seperti usulan pengganti BPHTB yang sudah dihapus, DAK Fisik, kondisi banjir, dan hal lain yang juga perlu mendapat perhatian khusus," tutur H. Sutarmidji.
Terkait penyerapan
anggaran, Gubernur bersyukur dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak lagi
termasuk dalam APBD. Selama ini dana BOS tercatat di APBD, tetapi aliran
dananya langsung ditransfer ke sekolah.
"Dana BOS berjumlah 19% dari volume APBD. Selama ini anggaran tersebut langsung ditransfer ke sekolah, tetapi pemda tidak pernah mendapatkan laporan. Artinya, anggaran tersebut masih tercatat di APBD, sehingga menyebabkan serapan APBD terlihat masih sedikit," jelas Gubernur.
Penyerapan anggaran tahun
anggaran 2022 harus lebih baik. Segala sesuatu harus disiapkan dengan baik,
jika ada aturan yang berubah harus segera menyesuaikan.
“Insya Allah, penyerapan anggaran dan tampilannya akan semakin baik. Bisa kita bayangkan jika 19% dana BOS sudah di transfer ke daerah untuk 3 triwulan, tetapi laporan yang diterima baru satu triwulan, ini jelas akan mempengaruhi. Kedepannya harus dipersiapkan sematang mungkin. Harus cepat menyesuaikan ketika ada perubahan aturan-aturan," harap H. Sutarmidji.
Pada kesempatan yang
sama, Wakil Ketua Tim Badan Anggaran DPR RI mengatakan, bahwa maksud kedatangan
di Kalbar untuk melihat perkembangan penyerapan anggaran serta hambatan yang
terjadi di Kalimantan Barat.
"Silahkan
menyampaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan penyerapan anggaran dan
kami menginginkan agar pihak Kementerian Keuangan untuk mengetahui lebih jauh
persoalan di daerah, sehingga ada peningkatan dana transfer ke daerah yang
berkaitan dengan pembangunan di Kalbar," ungkap H. Syarief Abdullah.
Pertumbuhan ekonomi
Kalbar dapat melebihi capaian nasional dan ini merupakan hal yang sangat
positif bagi suatu daerah.
"Hal ini patut dipertahankan dan tentunya kita harapkan bisa meningkat lagi sebagai upaya mempercepat kebutuhan masyarakat Kalbar. Saya optimis Kalbar akan terus berkembang, apalagi dengan adanya Pelabuhan Internasional Kijing. Tentunya ini menjadi pintu masuk aktivitas ekspor di Kalbar yang akan meningkatkan daya ungkit pertumbuhan ekonomi Kalbar," tutup Wakil Ketua Tim Badan Anggaran DPR RI. (Rls/danil)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar